Klinik Mutiara Cikutra

Kondisi Anak yang Tidak Disarankan Melakukan Imunisasi

Kondisi Anak yang Tidak Disarankan Melakukan Imunisasi

Kondisi Anak yang Tidak Disarankan Melakukan Imunisasi

dokter anak
Sumber : Envanto

Salah satu langkah penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya adalah dengan melakukan imunisasi. Namun, sama halnya dengan tindakan medis lainnya, upaya ini juga harus benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan anak secara menyeluruh agar tetap aman dan hasilnya maksimal.

Nah, dalam artikel ini, Anda bisa mengetahui beberapa kondisi anak yang tidak disarankan untuk diimunisasi atau sebaiknya ditunda dulu. Apa saja kira-kira? Berikut informasi lengkapnya. Yuk, simak!

Imunisasi, Definisi dan Manfaatnya

dokter anak
Sumber : Envanto

Imunisasi adalah pemberian vaksin yang bertujuan untuk merangsang kekebalan tubuh. Dengan memberikan vaksin kepada anak, sistem imun mereka diharapkan meningkat sehingga bisa kebal terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Dengan kata lain, vaksin yang diberikan berperan dalam menciptakan antibodi, yaitu zat yang bertugas melawan infeksi. Hasilnya, anak akan kebal terhadap penyakit-penyakit tertentu. Kalaupun di kemudian hari mereka sakit, maka setidaknya gejalanya tidak akan separah anak yang tidak melakukan imunisasi sama sekali.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa manfaat dari imunisasi:

  • Mencegah penyakit menular berbahaya.
  • Mengurangi risiko komplikasi dan kematian.
  • Menurunkan angka kejadian penyakit dan kecacatan.
  • Menghemat waktu dan biaya pengobatan jangka panjang.
  • Membantu membentuk kekebalan individu dan kelompok (herd immunity), sehingga dapat melindungi diri sendiri serta masyarakat dari wabah penyakit.

Kondisi Anak Tidak Disarankan Imunisasi

dokter anak
Sumber : Envanto

Berikut beberapa kondisi anak yang tidak disarankan/dibolehkan atau ditunda dulu untuk diimunisasi:

Sistem Kekebalan Tubuh Sedang Menurun

Imunisasi tidak disarankan dilakukan ketika sistem kekebalan tubuh anak sedang menurun. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang menjalani pengobatan tertentu setelah transplantasi organ, kemoterapi, mengidap HIV, dan lain-lain.

Alasannya, memberikan vaksin hidup (meski sudah dilemahkan) pada anak dengan sistem imun yang lemah justru dapat membuat virus/bakteri hidup tersebut berkembang biak hingga menyebabkan infeksi serius.

Memiliki Gangguan Saraf Progresif

Anak dengan gangguan saraf progresif umumnya tidak dianjurkan untuk menerima imunisasi hingga kondisi mereka stabil. Sebab, sistem saraf yang belum terkendali dapat berisiko mengalami kerusakan lebih lanjut jika tubuh bereaksi terhadap vaksin.

Gangguan saraf progresif seperti epilepsi yang tidak terkontrol dapat memengaruhi fungsi otak, dan demam atau respon imun pasca vaksinasi bisa semakin memperburuk gejala tersebut.

Selain itu, pemberian vaksin yang mengandung virus hidup juga berpotensi memicu reaksi yang lebih kuat dan berisiko pada anak dengan masalah neurologis aktif. Oleh karena itu, imunisasi disarankan ditunda terlebih dahulu, setidaknya sampai gangguan saraf pada anak benar-benar teratasi.

Menderita Penyakit Kronis

Jika anak menderita penyakit akut atau kronis seperti kanker dan lain sejenisnya, imunisasi harus ditunda dulu sampai keadaan mereka benar-benar membaik. Jika tetap dipaksakan, maka kemungkinan besar vaksin tidak akan bisa bekerja secara optimal. 

Sebab, pemberian vaksin ke dalam tubuh anak bertujuan untuk merangsang sistem imun agar lebih kebal. Di sisi lain, ketika anak menderita penyakit kronis, respons imun mereka terhadap vaksin justru menurun.

Mengalami Alergi Parah

Apabila si kecil pernah mengalami reaksi alergi yang parah akibat imunisasi, sebaiknya Anda tidak melanjutkan tahap selanjutnya sebelum berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Selain alergi, dalam sejumlah kasus, beberapa anak bahkan bisa mengalami reaksi lain seperti kejang setelah diimunisasi. Terlebih jika mereka menerima vaksin yang memang dapat memicu demam ringan sebagai efek sampingnya.

Demam Tinggi

Anak yang mengalami demam ringan tetap diperbolehkan menerima vaksin. Namun, lain halnya jika anak demam tinggi dengan suhu lebih dari 38,3 derajat Celcius. Apabila buah hati kesayangan Anda mengalami hal ini, terlebih jika memang memiliki riwayat kejang demam, maka imunisasi sebaiknya ditunda dulu.

Rekomendasi Layanan Imunisasi Berkualitas

Bagi Anda yang ingin memberikan pengalaman imunisasi terbaik untuk si kecil, pastikan Anda memilih fasilitas kesehatan berkualitas seperti KMC alias Klinik Mutiara Cikutra.

Ini adalah klinik kesehatan yang telah terdaftar resmi dan berizin Kementerian Kesehatan. Jadi, dipastikan sangat aman dan sesuai standar yang berlaku. Terlebih lagi, Klinik Mutiara Cikutra didukung oleh dokter serta tim medis profesional yang berpengalaman di bidangnya.

Selain itu, klinik ini juga menawarkan tempat senyaman rumah sendiri dan pelayanan yang seramah keluarga. Cocok bagi Anda yang memprioritaskan keamanan, sekaligus kenyamanan.

Di Klinik Mutiara Cikutra tersedia layanan imunisasi yang lengkap, baik imunisasi wajib dari pemerintah maupun imunisasi tambahan. Jadi, yuk, jadwalkan kunjungan Anda bersama si kecil sekarang juga!

 

Referensi:

https://mutiaracikutra.com/